You are currently viewing Patah Tulang Bukan Akhir Segalanya: Panduan Menghadapi dan Menyembuhkannya

Patah Tulang Bukan Akhir Segalanya: Panduan Menghadapi dan Menyembuhkannya

Aku nggak pernah nyangka Pernah Patah Tulang, sebuah perjalanan biasa naik motor ke warung bisa jadi titik balik soal tubuhku. Pagi itu, habis hujan, jalanan licin, dan aku agak terburu-buru. Ban motor selip, dan boom! aku jatuh lumayan keras. Sempat ngerasa ini jatuh biasa aja, tapi saat dengar suara “krek” dari kaki kanan, perasaanku langsung nggak enak.

Betul aja. Setelah digeret ke rumah sakit healthy dan di-rontgen, dokter bilang tulang keringku patah. Fibula kalau nggak salah namanya, bagian bawah kaki. Rasanya campur aduk—takut, frustasi, malu, dan terutama… sakit banget!

Waktu itu aku belum ngerti betapa mengganggunya kondisi patah tulang, tapi yaa… setelah ngalamin sendiri, aku punya banyak banget hal buat diceritain dan semoga bisa bantu kamu juga.

Apa Sebenarnya Patah Tulang Itu?

Perbedaan antara Patah Tulang dan Retak Tulang, Jangan Salah - Fisiohome

Secara medis, patah tulang disebut juga fraktur. Itu adalah kondisi ketika struktur tulang mengalami keretakan atau bahkan terbelah. Bisa karena trauma fisik (kayak kecelakaan atau jatuh), bisa juga karena kondisi tulang yang rapuh karena penyakit seperti osteoporosis alodokter.

Ternyata ada berbagai jenis patah tulang juga:

  • Patah total: tulang terbelah dua.

  • Retak (hairline fracture): kayak garis halus, tapi tetap nyiksa.

  • Kompleks (compound): tulangnya menembus kulit, ini sih serem banget.

  • Kominutif: tulang hancur jadi beberapa bagian kecil, kayak keramik pecah.

Dan yang paling penting: nggak semua patah tulang langsung kelihatan! Kadang nggak bengkak atau berdarah, tapi tetap butuh rontgen buat tahu pasti.

Kenapa Patah Tulang Itu Ganggu Banget?

Pertama, mobilitas langsung berkurang drastis. Mau jalan aja butuh tongkat, bahkan kadang butuh bantuan orang lain buat hal-hal dasar. Aku inget banget, mau ke kamar mandi aja bisa jadi perjuangan berdarah-darah—nggak secara harfiah sih, tapi kamu paham maksudku.

Kedua, mental drop. Serius. Waktu harus istirahat total di kasur selama berminggu-minggu, aku mulai ngerasa kayak “nggak berguna.” Bayangin, kerjaan ketunda, anak-anak di rumah nanya terus kapan aku bisa main lagi, dan rutinitas berubah total. Ini bikin stres banget.

Ketiga, rasa sakit itu konstan, terutama pas awal-awal atau pas salah gerak sedikit. Bahkan cuma batuk keras bisa bikin tulang nyut-nyutan.

Dan jangan lupakan soal biaya. Perawatan patah tulang nggak murah. Kalau sampai operasi, tambah rawat inap, fisioterapi, dan kontrol berkala—tabungan bisa langsung terkuras. Ini salah satu hal yang bikin aku jadi lebih hati-hati sekarang.

Tips Menghadapi Patah Tulang dengan Waras dan Waras (iya, dua kali)

Nah, buat kamu yang lagi ngalamin atau mau siap-siap kalau suatu saat kena, ini beberapa hal yang bener-bener ngebantu aku waktu itu:

1. Terima Keadaan

Kedengarannya klise ya, tapi percaya deh, mentalitas nerima itu penting banget. Awalnya aku denial terus, “ah paling seminggu juga sembuh.” Tapi setelah dokter bilang “butuh 8–12 minggu minimal,” aku baru belajar buat sabar.

2. Manfaatkan Waktu untuk Hal Lain

Selama di kasur, aku mulai baca buku-buku yang udah lama mangkrak. Juga belajar nulis blog (yep, salah satunya tulisan ini). Kalau cuma rebahan dan scroll medsos terus, mental bisa makin ngedrop.

3. Jaga Pola Makan

Ternyata ada makanan yang bantu proses penyembuhan tulang. Aku fokus ke makanan tinggi:

  • Kalsium (susu, sayuran hijau)

  • Vitamin D (kuning telur, ikan)

  • Protein (ayam, tempe, tahu)

Dan sebisa mungkin hindari makanan tinggi gula atau minuman bersoda. Itu katanya bisa memperlambat pemulihan.

4. Konsisten dengan Fisioterapi

Waktu kaki mulai boleh digerakkan, aku ikut fisioterapi dua kali seminggu. Sakit sih, tapi pelan-pelan banget terasa perubahannya. Kalau kamu males fisioterapi, bisa-bisa tulang sembuh tapi geraknya terbatas banget.

5. Gunakan Alat Bantu yang Tepat

Awalnya aku pakai tongkat, terus beralih ke walker, sampai akhirnya bisa jalan tanpa bantuan. Jangan malu buat pakai alat bantu, serius. Daripada maksa jalan terus jatuh lagi, mending aman.

Perawatan Patah Tulang: Apa yang Sebenernya Terjadi?

Patah Tulang - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

Waktu dokter bilang aku harus pakai gips selama 6 minggu, aku mikir “yaelah, gitu doang?” Tapi ternyata prosesnya panjang banget.

1. Imobilisasi

Ini tahap awal. Tulang harus dijaga tetap diam. Biasanya dengan gips, bidai, atau bahkan plat logam kalau perlu operasi.

2. Pengobatan Nyeri

Selama minggu pertama, aku dikasih obat anti-nyeri dan anti-inflamasi. Jangan anggap remeh nyeri tulang, ini beda rasanya dari nyeri otot biasa.

3. Evaluasi Berkala

Setiap dua minggu aku harus rontgen ulang. Dokter ngecek apakah tulang menyambung dengan baik atau nggak.

4. Rehabilitasi

Setelah gips dilepas, bukan berarti selesai. Otot dan sendi yang nggak dipakai lama bisa kaku. Fisioterapi jadi wajib hukumnya.

Pengalaman Pribadi: 3 Hal yang Paling Sulit Dilupakan

1. Momen Ketika Harus Minta Bantuan Mandi

Iya, aku harus minta tolong istri buat mandiin selama seminggu pertama. Malu banget, tapi ya itulah hidup. Dari situ aku belajar buat lebih rendah hati dan menghargai hal-hal kecil yang biasanya kita anggap remeh.

2. Ketika Harus Nolak Proyek Besar

Ada tawaran kerja sama dari klien besar yang terpaksa aku lepas karena kondisiku. Nyesek, tapi aku belajar bahwa kesehatan harus lebih diutamakan dari segalanya.

3. Momen Pertama Kali Bisa Jalan Lagi Tanpa Bantuan

Setelah hampir 3 bulan, aku bisa jalan tanpa alat bantu lagi. Rasanya kayak anak kecil belajar jalan. Bangga, terharu, dan ngerasa menang lawan kondisi.

Apa Pelajaran yang Bisa Diambil dari Patah Tulang Ini?

Banyak banget. Tapi yang paling aku pegang:

  • Jangan remehkan tubuh kita. Rawat, jaga, dan hargai.

  • Sabar adalah kekuatan. Beneran deh.

  • Kita ini rapuh. Dan itu nggak masalah—karena di balik rapuh itu, ada kekuatan buat bangkit lagi.

Jangan Nunggu Patah Dulu Baru Hati-hati

Patah tulang itu bukan cuma soal fisik. Itu soal mental, finansial, dan spiritual juga (percaya nggak percaya, aku jadi lebih sering berdoa waktu itu ). Kalau kamu sekarang sehat-sehat aja, syukuri. Jangan ngebut di jalan, jangan sok kuat kalau udah pegel, dan mulai konsumsi makanan sehat.

Kalau kamu sedang dalam masa pemulihan, aku cuma mau bilang: kamu nggak sendiri. Perjalanan sembuh itu panjang, tapi bukan berarti nggak mungkin.

Jangan buru-buru, tapi jangan juga menyerah. Satu langkah kecil tiap hari jauh lebih baik daripada maksa langsung lari dan jatuh lagi.

Baca juga artikel menarik lainnya tentang Toxic Work Environment dan Dampaknya bagi Mental Curhat Jujur dari yang Pernah Ada disini

Author